by

Luar Biasa! Diam-diam Ekowisata Serunting Mulai Digarap

BENGKULU SELATAN  | RONIN98.COMLama luput dari perhatian pemerintah daerah, potensi luar biasa Danau Kautan Serunting di perbatasan empat desa —Kota Agung, Darat Sawah Ulu, Darat Sawah dan Muara Danau— Kecamatan Seginim, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, akhirnya akan segera dilirik publik.

Prediksi ini terlihat dari semakin gencarnya Kelompok Rintisan Serunting menyiapkan penataan kawasan danau seluas 32 hektar itu menjadi destinasi wisata terpadu, yakni mengkolaborasikan wisata alam, wisata minat khusus, pusat kuliner tradisional dilengkapi restoran apung dan keramba buddaya ikan air tawar, homestay serta pusat pelatihan tani/nelayan.

“Berdasarkan master plan dan hasil observasi beberapa bulan ini, optimalisasi penataan akan butuh waktu sekitar tiga tahun. Tahap awal dikebut pembuatan taman inovasi, wahana flora-fauna, penataan keramba dan perahu engkol. Diupayakan lebaran nanti (Idul Fitri 1441 Hijriyah-red) sudah bisa dibuka untuk umum,” cetus salah satu inisiator Ekowisata Serunting, Nofrizal, Senin (23/9/2019) malam.

Menurut dia, Ekowisata Serunting didedikasikan sebagai mozaik pemberdayaan potensi alam secara konservatif, terpadu, terarah, kompetitif serta bernilai jual tinggi dengan melibatkan komponen-komponen penting di desa sekitarnya.

Ditanya andil pemerintah daerah atau pusat, Nofrizal mengaku baru sebatas membangun komunikasi dengan para kepala desa yang wilayahnya termasuk dalam kawasan danau. Sebab, respon konkret pemerintah desa setempat, khususnya terkait Program Inovasi Desa (PID) tidak bisa ditinggalkan begitu saja.

“Kalau bisa, desa-desa ini dulu yang ikut, baru kita libatkan pemerintah daerah (terutama dalam penguatan legalitas dan legitimasi program-red). Kami punya lahan di sebelah lahan mereka (masyarakat desa-red), gagasan juga sama-sama punya, bisa kita gabungkan semuanya supaya saling menguatkan,” tuturnya.

Ternyata, Kelompok Rintisan Serunting tidak berjalan sendiri. Di barisan mereka sudah ada Kelompok Mina Agung, binaan Kepala Desa Kota Agung, Suhedi.

Beranggotakan 15 orang petani kreatif, Mina Agung menyatakan siap berkolaborasi dengan Rintisan Serunting membangun Ekowisata Serunting secara swadaya, bermodal lahan tidur milik masing-masing di sekitar Danau Kautan Serunting.

“Mina Agung sudah nyatakan siap lahir-bathin berbagi konsep dan patungan modal dasar. Karena itu bisa jadi bagian inovasi desa kami yang dalam fase tertentu potensial menyumbangkan PAD besar, pemerinah desa tentu mendukung penuh,” ujar Suhedi.

Karena akses terdekat menuju lokasi Ekowisata Serunting masuk wilayah Kota Agung, Suhedi akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Seginim guna mengupayakan dukungan infrastruktur dari Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan berupa peningkatan badan jalan dan aliran listrik.[ron4]

Berita Lainnya