by

Wow! Desa Ini Bangun GSG di Atas Tanah Seharga Emas?

BENGKULU SELATAN | RONIN98.COMDugaan konspirasi mark-up anggaran pembangunan di Desa Dusun Tengah, Kecamatan Seginim, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, mulai memantik gejolak di kalangan masyarakat setempat.

Belum sempat persoalan anggaran bangunan gedung serbaguna (GSG) dipaparkan transparan di hadapan publik, kini anggaran pembelian tanah tempat GSG tersebut dibangun turut dipertanyakan.

Kerennya, indikasi tindak korupsi yang bergulir hampir setahun ini tetap saja tidak terkontrol tiga lapis sistem pengawasan berkompeten. Ada apa?

“Berdasarkan APBDes 2019, bocoran dokumen pendukung lainnya dan penjelasan masyarakat yang kami tampung selama ini. Prosentase mark-up terbesar pada pembelian tanah, mencapai 100 persen,” ungkap Wakil Ketua LSM Pemantau Birokrasi dan Hukum, Nofredi Herawan, Kamis (12/12/2019) pagi.

Menurut dia, sangat tidak pantas tanah di jalan desa seberang irigasi primer berukuran 10 x 25 meter dibeli seharga Rp 75 juta. “Ada lagi yang bikin takjub, terdapat anggaran Rp 4,9 juta untuk biaya konsultansi pembelian tanah. Apa-apaan itu bos?” tandasnya.

Baca Juga: Brutal! Massa Bayaran Keroyok Lima Wartawan

Fredi menilai, dengan sudah membayar konsultan/makelar tanah, mestinya Pemerintah Desa Dusun Tengah mampu membeli tanah sesuai Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), yakni terletak di lokasi lebih strategis dengan harga sesuai anggaran dalam APBDes atau di lokasi sama tapi berharga sepadan. “Apa gunanya membayar konsultan kalau masih salah beli?” timpalnya.

Sebelum berita ini ditulis, tim investigasi Ronin’98 Group mengonfirmasi belasan warga setempat secara acak. Mayoritas mengaku curiga dengan harga tanah tersebut dan sudah lama mempertanyakannya, tapi belum memperoleh jawaban memuaskan.

Baca Juga: Proyek Jembatan Rusak Bendungan. Tanggung Jawab Siapa?

“Pernah aku tanyakan itu, tapi jawabannya (pemerintah desa-red) jadi membingungkan. Kalau banyak tanya nanti dikatakan usil, malas juga panjang-lebar,” ujar salah satu warga dekat lokasi tanah dimaksud, Kamis (12/12) malam.

Informasi terhimpun, penyusunan APBDes Dusun Tengah diduga menggunakan jasa seorang oknum ASN berdinas di Inspektorat Kabupaten Bengkulu Selatan. Sementara Rencana Anggaran Belanja (RAB) kegiatan fisik disiapkan seorang tenaga teknis Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Baca Juga: BPJS Dilarang Pulangkan “Produk Gagal” dari Rumah Sakit

Dalam proses evaluasi, APBDes ini pernah ditolak Pemerintah Kecamatan Seginim beberapa kali karena angka mencurigakan di sejumlah pos anggaran, termasuk pembelian tanah dan pembangunan GSG. Namun, akhirnya Camat Seginim —kala itu dijabat Thri Zhonarti— mengalah, evaluasi APBDes disetujui dengan catatan khusus.

Hingga berita ini dipublish, pemerintah desa dan pihak-pihak berkompeten lainnya dalam upaya dikonfirmasi.[ron7]

Berita Lainnya