by

VIDEO Detik-detik Mantan Kadis ESDM Dicokok Kejati

PANGKALPINANG | RONIN98.COM Mantan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) berinisial SW, akhirnya tiba di Kota Pangkalpinang, Selasa (8/10/2019) pagi.

Tersangka kasus korupsi proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) solarcell senilai Rp 2,9 miliar ini dijemput paksa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bebal —dibantu intelijen Kejagung— saat santap malam dalam sebuah rumah makan di kawasan Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Senin (7/10/2019) sekitar pukul 21:01 WIB.

Sebelumnya, SW dikabarkan beberapa kali menghindari panggilan jaksa dengan alasan sakit dan sedang menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Jakarta. Bahkan, sempat tersiar kabar akan melarikan diri ke luar negeri.

Penangkapan SW dilaukan tepat dua pekan setelah dua tersangka lainnya, CH dan HD, mengalami tindakan serupa dan telah ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Tua Tunu Pangalpinang.

Usai tertangkap di Cisarua, SW langsung dititipkan dalam sel Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan, sembari menunggu jadwal penerbangan Sriwijaya Air rute Jakarta-Pangkalpinang, pukul 06:10 WIB.

Simak Juga: VIDEO Detik-detik Penangkapan Dua Tersangka Koruptor PJU Babel

Tersangka tiba di Bandar Udara Depati Amir sekitar pukul 07:30 WIB dengan tangan diborgol, dan langsung dimasukkan dalam mobil tahanan Pidsus Kejati Babel guna melanjutkan perjalanan ke Gedung Pidsus Kejati.

Baca Juga: Baru Seret Lima Terdakwa, Penindakan Kasus Proyek Lampu Jalan Tebang Pilih?

“Kami sudah mengatahui posisinya (SW-red). Setelah kami mengetahi posisinya, kami bekerjasama dengan intelijen Kejaksaan Agung, dari tim penyidik Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung, kami buntuti dari pagi. Akhirnya muter-muter, sampai dia ke Karawaraci, balik ke Jakarta, terus ke arah Bandung, Cisarua. Sampai di Casarua kami ikuti terus. Malam jam sembilan kami ambil, di salah satu tempat akan di Cisarua,” beber Kajati Babel Aditya Warman, saat menyongsong kedatangan SW di Bandara Depati Amir, Pangkalpinang, Selasa (8/10) pagi.

Menurut dia, tersangka sudah diberikan kesempatan berobat —sesuai alasan awal tidak penuhi panggilan penyidik— dengan tujuan penanganan perkara dapat mengedepankan etika dan moral.

“Kita berikan kesempatan berobat. Kita sudah mengedepankan etika dan moral di kepala kita, namun sudah diberikan kesempatan berobat tidak kooperatif, maka kita lakukan tindakan,” ujar Aditya.

SW merupakan tersangka ketiga yang ditangkap Kejati Babel dalam kasus dugaan korupsi proyek PJU Solarcell di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur. Dua pekan sebelumnya, Kejati juga sudah menjemput paksa dua tersangka lainnya, yakni pelaksana proyek berinisial CH dan HD, Direktur Utama PT Nicko Pratama Mandiri.

Kajati memperkirakan, total kerugian negara dalam proyek itu sebesar Rp2,9 miliar.[rif]

top

Berita Lainnya