Tentang Kami

by

Ronin (浪人 rōnin) atau rōshi adalah sebutan untuk samurai (pendekar Jepang) yang kehilangan atau terpisah dari tuannya pada zaman feodal Jepang (1185-1868). Samurai menjadi kehilangan tuannya akibat hak atas wilayah kekuasaan Sang Tuan dicabut oleh pemerintah.

Dalam budaya populer, ronin didramatisasi sebagai samurai tak bertuan, hidup tak terikat pada tuan atau daimyo dan mengabdikan hidup dengan mengembara mencari jalan samurai sejati.

Karena seorang samurai sejati ditakdirkan hidup dan mati sebagai pelayan “super setia” hanya bagi satu orang tuan, maka saat tuannya menghilang atau mati dia akan tetap menjadi samurai bagi dirinya sendiri alias ronin.

Tidak jarang, para ronin harus menempuh “jalan pedang” untuk mencari kejelasan atau bahkan menuntut balas atas jatuhnya tuan mereka. Sehingga, ronin sering ditafsirkan sebagai figur pendendam dan haus darah.

Di peradaban modern, samurai dan ronin beda tipis, hanya persoalan status. Keduanya tetap fanatik dengan ideologi yang sama, terlahir untuk berperang, bepergian dengan dua pedang. Pedang pertama untuk menghabisi para musuhnya, pedang terakhir —lebih pendek— digunakan sebagai pamungkas memenangkan pertempuran terakhir —jarak dekat— atau untuk dirinya sendiri saat harus menegakkan tradisi bushido.

Ilustrasi

Pemilihan nama RONIN98 untuk website ini tentu tidak serumit lika-liku “Ronin buatan Jepang” tadi. Para pendiri lebih menekankan pada teladan militansi dan loyalitasnya saja, sehingga bisa menjadi sugesti etos kerja sekumpulan pekerja pers yang tergabung di dalamnya sekaligus sebagai tuntutan kesetiaan terhadap ideologi bangsa ini.

Mengapa harus dengan angka 98? Itu untuk mengingatkan kembali kepada kita semua tentang peristiwa fundamental di tahun 1998, ketika rezim Orde Baru yang katanya sangat berkuasa ternyata tak berdaya mengeliminir upaya dan do’a dari orang-orang teraniaya.

Yang Maha Kuasa telah menunjukkan kehendak-Nya, mulai tahun itu Negeri ini sontak berubah. Reformasi di segala bidang, pers yang sebelumnya terkebiri juga perlahan bangkit, ditandai lahirnya Undang-Undang Nomor 40/1999 tentang Pers.

Kebetulan, para pendiri website ini, di era itu juga punya secuil andil “meramaikan” pentas politik Tanah Air di bawah panji organisasi-organisasi kemahasiswaan di sejumlah daerah.

Selamat menyantap sajian faktual RONIN98, beberapa konten di dalamnya bisa saja sedikit blak-blakan atau mungkin tidak begitu lembut semlohay. Dimaklumi saja, itu hanya penggalan kalimat masa lalu yang belum sempat terlontar di mimbar orasi.

Salam Jurnalis…!

PENDIRI