by

Proses Hukum Ceduk Lamban, Pegiat Pers Kecewa

BANGKA | RONIN98.COMMeski KasatReskrim Polres Bangka, AKP Ricky Dwiraya Putra menegaskan proses hukum terhadap pelaku menghalang-halangi tugas pers tetap berlanjut, namun segenap pegiat pers di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengaku kecewa.

“Jujur saja, kami sebagai pegiat pers di Babel sedikit kecewa dengan terkesan lambannya penanganan perkara pelecehan profesi dan intimidasi terhadap awak media oleh Ceduk ini. Dalam perkara ini, apakah wartawan di lapangan harus terluka dahulu baru pelaku ditindak?” ungkap seorang wartawan senior Babel, Ryan Augusta, Senin (28/10/2019) malam.

Menurut Ryan, Ceduk cs sudah nyata-nyata melecehkan profesi wartawan, mengancam dan menghalang-halangi tugas pers saat melaksanakan liputan investigasi di Pantai Mengkubung, sehingga substansi dugaan kasus (kisruh penjualan tanah dekat pantai) gagal dipantau.

Padahal, menurut Pasal 18 Undang Undang 40/1999 sudah memenuhi unsur pidana dan bisa diambil tindakan hukum. “Terlebih, saat kejadian (di Dusun Mengkubung, Desa Ridingpanjang, Kecamatan Belinyu, 17 Oktober 2019-red) para pewarta memakai uniform pers lengkap. Beberapa oknum warga itu tahu, tapi tetap melakukan intimidasi fisik dan pelecehan profesi wartawan. Kita punya bukti lapangan tak terbantahkan,” tegasnya.

Kendati demikian, secara umum Ryan mengapresiasi upaya Polres Bangka memproses kasus ini sesuai tahapan disampaikan Kasat Reskrim.

“Kami berharap, secepatnya kasus ini ada kejelasan dan Ceduk segera ditangkap, diproses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang telah nyata-nyata melanggar hukum dan kangkangi UU Pers,” pungkasnya.

Baca Juga: Brutal! Massa Bayaran Keroyok Lima Wartawan

Beberapa jam sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Bangka, AKP Ricky Dwiraya Putra dalam konferensi pers kepada sejumlah awak media di Sungailiat, Senin (28/10) sore menegaskan, proses hukum terhadap Sunarwan alias Ceduk terus bergulir.

“Perkara ini sudah dilaporkan Rikky Fermana, wartawan Mapikor, pada 17 Oktober 2019 lalu. Ditindaklanjuti dengan surat pemberitahuan perkembangan pada 21 Oktober 2019, nomor B/114/X/2019/Reskrim,” ujarnya.

Perkara ini, lanjut Ricky, masih dalam ranah pengaduan dan “on proces” lidik. Setelah lidik, hasilnya akan dikoordinasikan terkait penerapan pasal dengan JPU, jaksa, kemudian akan gelar perkara dengan pihak terkait lainnya. Selain berkoordinasi dengan dewan pers.

Baca Juga: Dinas ESDM Tegaskan Legalitas Tambang, BPD Jago Bayo Lapor Kapolda

“Nanti, apakah sudah masuk unsur-unsurnya. Kalau sudah penyidikan, statusnya baru berubah. Dan bila unsurnya masuk, baru bisa ditahan (Ceduk-red),” paparnya.

Untuk sementara, jelas Ricky, karena masih pengaduan, Ceduk belum bisa ditahan. Dalam proses perkara ini, kepolisian tetap independen dan profesional, sesuai aturan dan tahapannya.

“Jadi, kita minta tolong kesabaran rekan-rekan media. Karena saat ini kita lagi melakukan penyelidikan. Kalau ada perkembangan akan kita sampaikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Haail Penyidikan (SP2HP) kepada Pak Rikky Fermana sebagai pelapor,” tutupnya.

Baca Juga: Peduli Fawi, Relawan Gundul Buka Pundi Donasi

Pantauan Ronin98.com, dalam proses penanganan kasus ini Ceduk sempat membela diri melalui pernyataan kontroversial di salah satu media online. Menurutnya, Rikky Fermana yang menantang/minta dipukul.

Hingga berita ini dipublish, Ceduk masih dalam upaya dimintai konfirmasi terkait keabsahan pengakuan tersebut.[ron4]

Berita Lainnya