by

Prihatin Lansia Terlantar di RTLH, Bhabinkamtibmas Sambangi Padang Lebar

BENGKULU SELATAN | RONIN98.COM Setelah tiga hari kisah pilu Nawiyah (75) viral melalui media ini, dua anggota Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) menyambangi Desa Padang Lebar, Kecamatan Seginim, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, Senin (9/9/2019) pagi.

Maksud kedatangan Bripka Defriady dan Bripka Willy Sibagariang adalah untuk bertemu langsung dengan janda miskin yang kisah hidupnya sempat menampar segenap pejabat Dinas Sosial Kabupaten Bengkulu Selatan tersebut, serta meninjau kondisi konkret beberapa Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Sebelum ke RTLH Nawiyah, didampingi kepala desa setempat, Diharman, RTLH pertama yang mereka kunjungi adalah milik Sardin (65) dan Inariah.

Di rumah pasangan suami istri (Pasutri) beranak enam —semua merantau—  dua anggota Polsek Seginim ini menemukan kedua penghuni rumah sudah tidak kuat bekerja, memperoleh jatah Beras Sejahtera (Rastra) dan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), namun rumah tidak teraliri listrik.

Kunjungan dilanjutkan ke RTLH konstruksi panggung berdinding bambu milik Mahidul. Pria berusia 46 tahun ini memiliki dua anak yang berkebun di Provinsi Jambi, memperoleh Rastra dan bantuan PKH, serta rumah teraliri listrik.

RTLH berikutnya adalah milik Sandrianto (35). Sebuah rumah berdinding papan, sebagian lantai adalah tanah. Meski teraliri listrik, rumah ini tidak memiliki dapur. Bekerja sebagai buruh tani, ayah dua balita ini tidak memperoleh Rastra dan bantuan PKH.

RTLH keempat yang dikunjungi adalah milik Iprianto (35). Ayah tiga anak ini bekerja serabutan, terdaftar sebagai penerima Rastra dan bantuan PKH, rumahnya teraliri listrik, meski berkondisi sempit dan sebagian dinding masih terbuat dari bilah bambu.

Diharman kemudian membawa kedua tamunya menuju RTLH milik Nawiyah (75), janda sebatangkara yang belum pernah mencicipi Rastra dan bantuan PKH. Di rumah tanpa listrik, berlantai keropos, dijejali jelaga dan beratap seng penuh lubang layaknya bekas dihujani peluru ini, rombongan berbincang sejenak sambil memperhatikan kondisi kesehatan penghuni rumah.

RTLH terakhir adalah milik Naim. Rumah duda berusia lebih 80 tahun ini tidak memiliki listrik, tidak pernah memperoleh Rastra dan bantuan PKH. Berkaki pincang dan seluruh tubuh sudah uzur, semasa sehat bekerja sebagai buruh tani.

Sejak beberapa tahun terakhir, Naim tidak bisa lagi bekerja. Kebutuhan sehari-hari sering dibantu tetangga semampunya. Menurut masyarakat setempat, Naim pernah bersusah-payah membeli beras tiga canting (sekitar 3/4 kilogram), hal naif di Kecamatan Seginim yang terkenal sebagai lumbung padi Bengkulu.

Baca Juga: Lansia KDI Dapat Bantuan Perlengkapan Tidur

Penghujung kunjungannya, Defriady dan Willy berencana akan melaporkan hasil pantauan mereka ke Kapolsek Seginim, untuk diteruskan kepada Kapolres Bengkulu Selatan. Mereka mengaku prihatin, ternyata masih banyak warga miskin —bahkan sudah jompo— penghuni RTLH belum tersentuh perhatian pemerintah.[ron4]

top

Berita Lainnya