by

Polisi Bubarkan Rencana Pesta LGBT

BENGKULU SELATAN | RONIN98.COMPolres Bengkulu Selatan melalui Polsek Pino Raya akhirnya mementahkan rencana pesta “nyeleneh” kaum Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) melalui upaya penggalangan terhadap penyelenggara, Jum’at (14/6/2019) pagi.

Sedianya, event itu akan diselenggarakan memeriahkan resepsi pernikahan KOD bin SYA (25) di Desa Serang Bulan, Kecamatan Pino Raya, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, Sabtu (15/6) malam.

Event bernuansa LGBT tersebut dibalut jargon pesta tiga warna, yakni berarti pesta antara pemuda, pemudi dan Waria.

Penggalangan/pencegahan terselenggaranya event ini dilakukan sebagai antisipasi konflik sosial, mengingat mayoritas kalangan di Bengkulu Selatan mengharamkan segala bentuk kegiatan bermuatan LGBT karena melanggar syari’at agama dan cenderung meracuni mental generasi muda.

Setelah dinasehati, akhirnya KOD membuat pernyataan tertulis membatalkan rencana pesta tersebut, disaksikan pihak keluarga dan Kades Serang Bulan, Wajan.

Surat pernyataan pembatalan Pesta Tiga Warna di Desa Serang Bulan, Pino Raya.

Sehari sebelumnya, jagad maya dihebohkan undangan umum yang ditulis pemilik akun Omas pada jejaring sosial facebook. “buat..waria bengkulu selatan ada pesta 3 warna d serang bulan pino jangan lupa hadir ya,” tulisnya.

Lima jam kemudian, Komunitas Pemuda Pelajar Islam (KOPPI) melaporkan undangan tersebut kepada Polres Bengkulu Selatan, mendesak Kapolres AKBP Rudy Purnomo SIK MH segera menyikapinya.

Baca Juga: Sah! Pemilihan Miss Waria 2018 Batal

“Terima kasih kepada Kapolres yang telah mengambil langkah bijak, demi kepentingan bersama. Kami akan terus memantau hal-hal sensitif seperti ini, kemudian menyampaikannya kepada aparat penegak hukum,” tutur salah satu fungsionaris KOPPI saat dikonfirmasi Ronin98.com, Jum’at sore.

Tahun lalu, KOPPI bersama Satuan Tugas Anti Narkoba Sekolah (SANS), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Anak Muda Indonesia (AMI), Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Puteri (KOPRI) juga pernah menggagalkan event serupa yang akan digelar di Desa Jeranglah Tinggi, Kecamatan Manna.[ron1]

top

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lainnya