by

Kuda Hitam Tampil, Petahana Sumringah. Apa Kabar Kandidat Lain?

BENGKULU SELATAN | RONIN98.COMRumor “kuda hitam” yang akhir-akhir ini menghantui blantika politik jelang Pemilihan Kepala Dearah (Pilkada) Kabupaten Bengkulu Selatan akhirnya terjawab positif.

Sosok misterius itu tampil dari kalangan internal keluarga mantan Bupati Bengkulu Selatan periode 2010-2015 Reskan Effendi Awaludin, yakni Rio Ari Wibowo. Pemuda yang selama ini terkesan cuek urusan politik praktis, fokus dengan rutinitas mengurus wisata kuliner Debadas Foodcourt.

Reskan secara gamblang menegaskan, dirinya mengalah —tidak lagi mencalonkan diri— demi mendukung total cita-cita Sang Putra Sulung menjadi bupati, menggantikan posisinya yang sempat terenggut duet Dirwan-Gusnan selama satu periode pemerintahan.

Terpisah, Bowo —sapaan akrab Rio Ari Wibowo— membenarkan, kesan acuh terhadap dunia politik harus dia tunjukkan demi mengetahui dukungan konkret khalayak, meski menyadari cita-cita memajukan daerah yang telah mendarah-daging dalam dirinya akan lebih mudah diwujudkan melalui jalur politik.

“Semua ada waktunya. Sekarang sudah tepat, Isya Allah saya akan rebut kemenangan itu untuk kemakmuran seluruh masyarakat di daerah ini, menjadi Pilkada ini sebagai kemenangan bersama,” ujarnya, Sabtu (14/12/2019) pagi.

Kendati sudah memastikan diri mengikuti Pilkada 2020, big bos BalapMania.com yang hobi plintar-plintir gas motor balap di sejumlah sirkuit balap ini masih enggan bicara banyak terkait langkah konkret mendulang suara. “Ada tim yang sedang bekerja di lapangan. Kita kasih mereka kesempatan dulu. Hasil evaluasinya nanti, baru ditindaklanjuti,” terangnya.

Sementara itu, Tim Relawan Gundul yang selama ini menjadi “mesin tempur terbesar” Petahana Gusnan Mulyadi di lapangan mengakui Tim Kecil Lengkap (TKL) Bowo memang ada dan terus bergerak ke basis-basis suara. Tim ini melakukan semacam survey dan jajak pendapat di hampir semua elemen/tingkatan.

Sejauh ini, Relawan Gundul menilai gerakan TKL Bowo alih-alih mengganggu, justru sangat membantu tugas pemerintahan. Sebab, hampir dalam setiap misinya, TKL Bowo sering kedapatan ikut mengadvokasi masyarakat untuk mendukung program-program pembangunan yang diemban pemerintahan yang masih berjalan (Bupati Gusnan Mulyadi).

Baca Juga: Utus Putera Mahkota, Reskan Targetkan Rival Politik Tamat

“Itu positif, politik sehat yang dipakai. Jadi, mereka tidak hanya ‘menjual’ nama jagoannya. Tapi juga memotivasi masyarakat tidak terhasut black campaign dari kandidat lain yang dapat memicu antipati terhadap pemerintahan yang sah,” ungkap salah satu pengurus Tim Relawan Gundul, Sabtu (14/12) pagi.

Pantauan situasi terkini, kemunculan kuda hitam —kini menjadi nyata— membuat sejumlah kandidat calon bupati dan wakil bupati mulai ketar-ketir. Ada pula yang mengaku sedang pikir-pikir opsi melanjutkan kompetisi atau merapatkan barisan.[ron4]

Berita Lainnya