by

Kasus Korupsi Lampu Jalan Dimejahijaukan, Caleg Ini Kebal Hukum?

Kemana Aliran Uang Panas Rp 150 Juta?

BENGKULU SELATAN | RONIN98.COMDugaan korupsi proyek pengadaan lampu jalan tenaga surya di Kabupaten Bengkulu Selatan sudah memasuki babak persidangan di Pengadilan Tipikor Bengkulu, sejak akhir bulan lalu.

Sayangnya, kasus ini hanya menyeret lima terdakwa —telah sekian lama ditahanan— yakni Pengguna Anggaran (PA) berinisial IKH, kontraktor BAM, PPTK ADR, pengelola teknis kegiatan PUP dan seorang konsultan.

“Sementara sejumlah oknum lainnya yang diduga otak dan pelaku di balik kasus ini, bukan hanya masih menghirup udara bebas, tapi juga belum ada tanda-tanda akan tersentuh hukum,” ujar pegiat antikorupsi Bengkulu, Ikhsanudin, saat berorasi dalam acara Halal Bihalal di kantor redaksi Ronin98.com, Senin (10/6/2019) sore.

Saat proses penyidikan, kata Ikhsan, didapati pengakuan —dalam BAP— bahwa upeti sebesar Rp 150 juta yang mengalir dari BAM selaku Kuasa Direktur CV Limas kepada sedikitnya dua orang penerima, yakni IKH Rp 50 juta dan BAR Rp 100 juta.

“Sekarang IKH sudah berstatus terdakwa, yang satunya (BAR-red) lolos dan sebentar lagi akan dilantik menjadi anggota DPRD Bengkulu Selatan, bahkan dimungkinkan menjabat ketua,” ungkapnya.

Ikhsan meminta, aparat penegak hukum tidak tebang pilih menyikapi dugaan gratifikasi dalam proyek senilai Rp 1,38 miliar dari APBD Bengkulu Selatan ini. Sebab, menurut dia, bisa saja amburadulnya hasil pengerjaan proyek —substansi kasus— disebabkan gratifikasi yang dilakoni IKH dan BAR.

Baca Juga: Dua TSK Pengadaan Bibit Sawit Palsu Ditahan 

Hal ini, papar Ikhsan, terlihat dari sejumlah kejanggalan sejak proses tender, khususnya saat CV Limas terkesan sangat dipaksakan oknum tertentu menjadi pemenang meski tidak berkompeten (klasifikasi SBU tidak sesuai jenis pekerjaan dan dalam kondisi kadaluarsa).

Selain itu, surat dukungan sudah dikantongi CV Limas 25 Oktober 2016, sementara penawaran baru dibuka 2 Nopember 2016. “Ini mencurigakan, sarat skenario persekongkolan elit birokrasi dan politik. BAR tidak boleh dibiarkan begitu saja,” pungkasnya.

Baca Juga: Siapa Koruptor Internet Desa Gunung Sakti?

Informasi terhimpun Ronin98.com, proyek bervolume 27 tiang berlampu ganda ini, diduga menggunakan material palsu alias tidak sesuai spesifikasi teknis. Material tiang misalnya, mestinya terbuat dari galvanis, diganti hotdeep galvanis.

Celakanya, pihak rekanan juga tidak mampu mengadakan barang bergaransi (minimal dua tahun) yang merupakan salah satu ketentuan teknis.

Hingga berita ini dipublish, pihak-pihak berkompeten dalam upaya dikonfirmasi.[ron1]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lainnya