by

Joy Sailing Bersama Panglima TNI dan Kapolri, Gambarkan Indahnya Kedamaian Tanah Papua

PAPUA | RONIN98.COM Kehadiran Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto SIP di Bumi Cendrawasih sepekan ini menjadi bukti konkret TNI serius untuk menyelesaikan permasalahan dan berdialog langsung dengan para tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan Forkopimda Papua.

Setelah menggagas deklarasi damai di Tanah Papua pasca aksi massa di wilayah Papua yang ditandatangani 34 komponen masyarakat Papua, Jumat (6/9/2019) Hadi didampingi Kapolri Jenderal Pol Prof HM Tito Karnavian mengajak para tokoh mengikuti joy sailing menggunakan KRI Oswald Siahaan 354.

Joy sailing kali ini dimulai pukul 13:30 WIT, diikuti lebih 40 tokoh Papua, di antaranya adalah Bupati Merauke, Bupati Paniai, Bupati Namtemo Tengah, Bupati Yahukino, Bupati Pegunungan Bintang, Ketua Presidium Masyarakat Papua, Ketum Adat Papua, dan Wakil Bupati Nduga.

“Tujuan joy sailing ini agar kita tetap selalu menjaga dan meningkatkan silaturrahmi, serta agar semua dapat memandang indahnya Papua dari lautan,” terang Hadi.

Senyum dan komunikasi hangat tampak di setiap peserta, tanpa memandang asal-usul, latar belakang, agama dan perbedaan lainnya. Inilah buah manis deklarasi/kesepakatan damai bersama yang malam sebelumnya digagas Panglima TNI bersama Kapolri dan ditandatangani segenap elemen masyarakat Papua.

Turut hadir mendampingi Panglima TNI dan Kapolri, di antaranya Kabaharkam Polri Komjen Pol Drs Condro Kirono MM MHum, Kabaintelkam Polri Komjen Pol Drs Agung Budi Maryoto MSi, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Ganif Warsito, Aslog Panglima TNI Marsda TNI Kukuh S, Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriyadi, Pangarmada 3 Laksda TNI I Nyoman Gusti, Pangkoopsau III Marsda TNI Andyawan Martono, Wakalemdiklat Polri Irjen Pol Dr Boy Rafli Amar MH, serta segenap pejabat TNI dan Polri.

Sekilas tentang KRI Oswald Siahaan 354; merupakan kapal perang jenis perusak kawal berpeluru kendali kelas Ahmad Yani milik TNI AL. Oswald Siahaan, adalah nama salah seorang anggota TNI AL yang gugur saat pertempuran Teluk Sibolga.

KRI ini bertugas sebagai armada patroli sekaligus armada pemukul dengan kemampuan anti kapal permukaan, anti kapal selam dan anti pesawat udara.[yfi/imo]

top

Berita Lainnya