by

Gusnan Kecewa, Camat Seginim Terabas Padang Lebar

BENGKULU SELATAN | RONIN98.COM Tidak menyangka masih ada sebagian warganya di Desa Padang Lebar belum terendus perhatian pembangunan, Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi dikabarkan kecewa dengan OPD terkait di tingkat kabupaten. Camat Seginim, Mardalena Romli Bustami diperintahkan segera turun tangan mengecek situasi guna mencarikan solusi.

Tak ayal lagi, Lena didampingi Kasi Pemerintahan, Jardi, beberapa staf kecamatan dan Babinsa Koramil Manna meluncur ke desa terpencil di seberang Sungai Air Nipis tersebut menggunakan sepeda motor, setelah mobil dinas yang mereka tumpangi tidak mampu melanjutkan perjalanan, Senin (9/9/2019) sore.

Ditemani sekretaris desa (Sekdes) setempat, Janita, Lena dan rombongan langsung menggeruduk RTLH milik Nawiyah, janda berusia 75 tahun. Meski penghuninya tidak berada di tempat, Lena tetap masuk guna memastikan kondisi bangunan. “Ini memang tidak layak huni. Dindingnya masih ada dari pelupuh (bilah bambu-red), ini kan tidak baik untuk kesehatan. Atapnya bocor, lantainya juga keropos,” lirih Lena.

“Kita usahakan dapat bantuan, kalau tidak memungkinkan anggaran tahun ini, (diperjuangkan-red) tahun depan. Tolong arsip KK dan KTP-nya disiapkan, nanti langsung saya bawa, secepatnya saya masukkan ke kabupaten,” timpalnya kepada Sekdes.

Rombongan melanjutkan peninjauan RTLH tepat di depan rumah Nawiyah, yakni milik Naim. Dengan langkah terseok-seok, Naim menemani Lena masuk ke dalam bangunan mungil tanpa penerangan listrik tersebut. “Pak Bupati titip salam, beliau belum sempat ke sini. Jadi saya yang disuruh lihat kondisi bapak dan rumah ini,” ucap Lena membuka pembicaraan.

Setelah berbicang panjang lebar dengan duda berusia lebih 80 tahun —Naim sendiri lupa tahun kelahirannya— Lena beserta seluruh rombongan melanjutkan lawatan ke RTLH lainnya. Di perjalanan, dia menyempatkan diri bercengkerama dengan sekumpulan ibu-ibu. Di tempat itu, ditemukan seorang warga penderita kusta yang telah delapan tahun tidak tertangani layak.

Baca Juga: Fakir Tua Renta Dibiarkan Terlantar, Bupati Didesak Segera Rombak Pejabat Dinsos

Dia menyarankan Pemerintah Desa Padang Lebar mengurusnya melalui BPJS Kesehatan, serta menyisihkan sedikit Dana Desa (DD) untuk biaya transportasi pengobatan pria tersebut.

Setiba di RTLH milik pasangan suami istri (Pasutri) Sardin (65) dan Inariah, Lena berbincang akrab dengan kedua penghuni rumah sembari menyampaikan titipan salam Bupati Gusnan Mulyadi.

Kemudian, mantan Camat Pino ini bergeser ke RTLH panggung berdinding bambu milik Mahidul (46) yang dihuni tiga kepala keluarga. Dilanjutkan ke RTLH berdinding papan —sebagian berlantai tanah— milik Sandrianto (35). Di sini, Lena meminta kesediaan istri Sandrianto membantu pemerintah desa setempat merintis lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), minimal sebagai tenaga pengajar.

Camat Seginim menjenguk Suharman (kiri), warga Desa Padang Lebar penderita kusta. Selama delapan tahun terakhir, penyakitnya belum ditangani intensif.

RTLH terakhir yang disambangi adalah milik Iprianto (35). Sebelum mengakhiri kunjungannya, Lena menyempatkan diri melihat-lihat kondisi toilet umum beserta sumur gali peninggalan program Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat (SLBM) tahun 2014 yang tidak berfungsi akibat kerusakan pada saluran pembuangan dan kebocoran pipa air bersih.

Kepada kepala desa, Diharman, dia berpesan segera berkoordinasi dengan tiga warga yang telah mengibahkan tanahnya untuk bangunan tersebut, guna membuka kembali pagar keliling lokasi, agar akses ke toilet umum lancar. Upaya perbaikan kerusakan juga harus dilakukan, menggunakan DD 2019 melalui mekanisme penyusunan APBDes Perubahan.

Baca Juga: Prihatin Lansia Terlantar di RTLH, Bhabinkamtibmas Sambangi Padang Lebar

Menurut Lena, keberadaan fasilitas sanitasi umum ini sangat urgent, mengingat mengajak masyarakat meninggalkan tradisi mandi dan buang air di saluran irigasi memang harus diimbangi penyediaan fasilitas layak pakai.

Penghujung kunjungannya, Lena dan rombongan memantau kondisi gudang BUMDes —direncanakan mulai tahun depan akan difungsikan sebagai gedung PAUD— dan Polindes peninggalan PNPM-MP tahun 2013 yang akan diresmikan penggunaannya oleh Bupati Gusnan Mulyadi pada 1-2 minggu mendatang.

Menurut segenap perangkat desa setempat, sekitar lima jam sebelum Camat Seginim dan rombongan datang berkunjung, beberapa utusan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bengkulu Selatan diam-diam mendatangi Nawiyah di kediamannya, mengantar bantuan berupa beras, mi instan, selimut dan pakaian.

Mendengar masih ada Nawiyah-Nawiyah lain di desa itu, pihak Dinsos berjanji akan kembali mengantar bantuan tambahan besok, Selasa (10/9).[ron4]

top

Berita Lainnya