by

Gunakan DD Tanpa Acuan APBDes, Oknum Kades Kerasukan?

BENGKULU SELATAN | RONIN98.COM Satu desa di Kecamatan Pino Raya, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, disinyalir telah menggunakan Dana Desa (DD) senilai Rp 100 juta lebih tanpa melalui prosedur penganggaran dalam Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes).

Dana tersebut digunakan untuk kegiatan pembangunan/pengadaan barang di kantor desa setempat.

Dugaan ini diperoleh tim investigasi Ronin98.com yang bekerja secara marathon pada 142 desa se-Kabupaten Bengkulu Selatan sejak dua bulan terakhir.

Berdasarkan penjajakan dokumen, pengakuan masyarakat dan pengamatan lapangan, dalam APBDes 2019 desa ini menganggarkan beberapa kegiatan pembangunan/fisik prioritas hasil musyawarah penetapan Rencana Kegiatan Pemerintah Desa (RKPDes) tahun sebelumnya, seperti pembuatan jalan rabat beton dan saluran drainase.

Namun saat DD 2019 dicairkan dan kegiatan pembangunan berjalan, tiba-tiba muncul dua kegiatan tambahan yang belum diketahui asal-muasal gagasan dan penganggarannya.

Baca Juga: Usai Gempur Padang Berangin, Ini Desa Bidikan Satgas DD Berikutnya

Seorang pendamping desa di Kabupaten Bengkulu Selatan berpendapat, kegiatan pembangunan seperti itu, meski bertujuan positif, tetap tidak bisa dibenarkan. “Regulasinya tidak mengatur demikian. Kalau dugaan ini benar, bisa dikatakan, itu haram hukumnya,” ujarnya sembari menggeleng heran, Sabtu (5/10/2019) sore.

Menurut pemuda —enggan jatidirinya ditulis— ini, kalau ada perubahan dalam tahun berjalan, hendaknya pemerintah desa mengajukan APBDes Perubahan terlebih dahulu, setelah disahkan baru bisa laksanakan kegiatan.

Baca Juga: So Sweet! Surat Cinta Jaksa Cantik Ini Bikin Klepek-klepek

Dia tidak menampik, kian lama (lima tahun) DD dikucurkan pemerintah pusat semakin bertambah oknum kepala desa —sendiri atau bersama— perangkat desa meremehkan aturan berlaku. Diduga, hal ini terjadi karena masih lemahnya pengawasan atau para oknum mulai dirasuki ide menyimpang.

Terkait dugaan ini, hingga berita ini dipublish, oknum kepala desa dimaksud dan pihak berkompeten lainnya dalam upaya dikonfirmasi.[ron4]

top

Berita Lainnya