by

Gubernur Bengkulu Teken MoU Pemenuhan Permintaan Minyak Goreng Kelapa Sawit

BENGKULU | RONIN98.COMGubernur Rohidin Mersyah menandatangani MoU dengan PT Sudevam Ultratec Green Indonesia (SUGI) terkait pemenuhan permintaan minyak goreng kelapa sawit untuk Provinsi Bengkulu, Jum’at (24/5/2019).

MoU ini merupakan lanjutan izin pendirian pabrik minyak goreng PT SUGI yang telah dilakukan peletakan batu pertama di Kabupaten Seluma beberapa bulan lalu.

“Hari ini kita ingin memastikan bahwa bagaimana ketersediaan bahan baku CPO jangan sampai ketika perusahaannya nanti beroperasi bahan bakunya tidak tersedia cukup,” jelas Rohidin.

Baca Juga: Selamatkan Petani Sawit, Investor Mulai Bangun Pabrik Minyak Goreng

Diharapkan, Mou ini dapat meningkatkan nilai tambah CPO yang dihasilkan beberapa perusahaan perkebunan di daerah ini. Selama ini, CPO diekspor, sehingga daerah tidak mendapatkan nilai tambah apapun.

“Paling tidak, di tahap awal kebutuhan minyak goreng Provinsi Bengkulu. Tentu dengan harga yang lebih kompetitif itu bisa kita dapatkan, di samping membuat nilai tambah dari CPO yang dihasilkan,” terang Rohidin.

Baca Juga: SUGI Bawa Solusi, Rohidin Minta Perizinan Pabrik Dipermudah

Menurut dia, hal ini akan memberikan dampak pada pergerakan ekonomi lebih baik, ketika industri mulai tumbuh, tetapi tetap dengan pendekatan bahan baku lokal. Industri didirikan, dan bahan bakunya adalah produk lokal atau yang dimiliki sendiri.

“Akan dirasakan betul nanti di samping peningkatan pendapatan masyarakat, penyerapan tenaga kerja, nilai tambah produk dan nanti pada akhirnya ketika kapasitas pabrik sudah betul-betul optimal, saya kira ekspor pun akan mulai dilakuan. Dan ini akan memperbaiki neraca perdagangan Provinsi Bengkulu,” urai Rohidin optimis.

Baca Juga: Pemprov Bengkulu Kembali Raih Opini WTP

Presiden Direktur PT SUGI Lalit Kumar pada kesempatan ini menegaskan, pihaknya berkomitmen berkerjasama dengan Pemprov Bengkulu untuk meningkatkan pembangunan daerah.

“Kalau kami punya penghasilan dari sini dan kami tidak membangun daerah, berati itu namanya kami cuma datang ambil penghasilan dan pulang. Itu tidak boleh,” ujarnya.[ron26]

top

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lainnya