by

Beras Bulog Dicuri, APH Didesak Periksa Eks Kepala Gudang

PANGKALPINANG | RONIN98.COM — Pegiat antikorupsi Bangka Belitung, Joni Iskandar, mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) menyeret eks Kepala Gudang Bulog Cabang Pangkalpinang, AI beserta kroninya ke ranah hukum terkait dugaan pencurian beras.

Mantan Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bangka ini menilai, meski AI sudah dinonjobkan dan diklaim sudah mengganti kerugian negara, proses hukum hendaknya tetap dijalankan sesuai peraturan perundang-undangan berlaku.

“Meskipun katanya, AI ini sudah dinonjobkan dan ganti beras yang diselewengkan, bukan berarti hukum bisa dimentahkan. Klaim penggantian itu pun hanya sepihak, kebenarannya belum teruji publik,” tegasnya, Senin (2/9) malam.

Sebelumnya, ramai diberitakan dugaan penyelewengan beras Bulog oleh dua atau lebih oknum pegawai gudang Bulog Pangkalpinang, beralamat di Jalan Raya Jenderal Sudirman, Kelurahan Selindung Lama, Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Beras sejahtera (Rastra) dan stok operasi pasar (OP) dikabarkan sering mengalami kekurangan volume, khususnya sejak AI menjabat kepala gudang (2017-2019).

Baca Juga: Keren! Tronton Bawa Alat Berat Perusak HL Dikawal PJR

Informasi terhimpun Ronin98.com bersama para pewarta HPI Babel, modus pencurian adalah dengan cara mengirim seorang pekerja harian berinisial HS menusuk setiap karung kemasan 50 kilogram guna mengambil 2-3 kilogram beras/karung.

Kepala Kantor Cabang Bulog Pangkalpinang, Taufikurrahmah, tidak menampik pihaknya sering menerima komplain masyarakat terkait penyusutan volume beras. Saat itu AI berkilah, hal demikian akibat susut di perjalanan.

Baca Juga: Berduaan dalam Rumah, ASN Pasangan Selingkuh Digrebek

“Semasa Pak AI ini menjabat kepala Gudang memang ada kekurangan volume beras. Saat itu kita turunkan tim. Kita minta penggantian dari AI sebagai sanksinya, selain hukuman dinonjobkan,” bebernya, Senin (2/9) pagi.

Menurut Fifi, panggilan karibnya, persoalan ini sudah di-clear-kan. AI sudah menerima sanksi, pengecekan stok dan laporan bulanan diperketat.

Baca Juga: Aniaya dan Ancam Bunuh Istri Demi Pelakor, Kades Sukarami Beruntung Tidak Dihabisi Saat Penggrebekan

“Jadi, sekarang indikasi celah penyimpangan sudah semakin kecil,” pungkasnya.

Terpisah, AI saat akan dikonfirmasi via telepon tidak merespon. Hingga berita ini dipublish, pihak-pihak berkompeten lainnya dalam upaya dikonfrimasi.[rif]

top

Berita Lainnya